Waspada Gelombang Panas: Lansia Paling Rentan Alami Dehidrasi dan Serangan Jantung
Gelombang Panas Melanda, Lansia dalam Risiko Tinggi
Beberapa wilayah di Indonesia dilaporkan mengalami suhu udara di atas 36°C selama beberapa hari terakhir. Kondisi ini dikategorikan sebagai gelombang panas yang berbahaya, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia.
Kenapa Lansia Rentan?
- Respons tubuh terhadap panas menurun: Fungsi pengaturan suhu tubuh melemah seiring bertambahnya usia.
- Gangguan dehidrasi: Lansia cenderung tidak merasa haus meski tubuh kekurangan cairan.
- Kondisi medis kronis: Seperti hipertensi, jantung, atau ginjal memperparah efek panas.
Gejala Bahaya Akibat Panas
Ketika tubuh tidak mampu mendinginkan diri, bisa terjadi heat stroke — kondisi medis darurat yang dapat berakibat fatal.
- Mual, muntah, atau pusing berlebihan
- Kulit kering tapi panas
- Nafas cepat, denyut jantung meningkat
- Kebingungan atau penurunan kesadaran
Langkah Perlindungan untuk Lansia
- Pastikan minum air minimal 2 liter per hari, meski tidak merasa haus.
- Hindari aktivitas di luar rumah antara pukul 10.00 - 16.00 WIB.
- Gunakan pakaian longgar dan terang.
- Gunakan kipas angin, AC, atau ventilasi yang baik di dalam rumah.
- Pantau tekanan darah dan kondisi umum setiap hari.
Peran Homecare dalam Cuaca Ekstrem
Clarity Homecare menyediakan layanan pemantauan kesehatan harian, termasuk monitoring suhu tubuh, tekanan darah, dan hidrasi lansia di rumah. Tenaga medis kami siap membantu memastikan lansia tetap aman dan terhindar dari dampak buruk gelombang panas.
Kesimpulan
Gelombang panas bukan sekadar cuaca panas biasa. Bagi lansia, kondisi ini bisa mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan benar. Lindungi orang terkasih Anda dengan perhatian ekstra dan pertolongan profesional dari Clarity Homecare.